Fulusnesia – Memulai sebuah bisnis memang terlihat seru dan penuh tantangan baru. Namun, di balik prosesnya, ada cukup banyak istilah penting yang sebaiknya dipahami sejak awal agar perjalanan usaha jadi lebih mudah dijalani. Salah satu istilah yang paling sering muncul adalah omset. Banyak pemula bisnis yang masih mengira omset sama dengan keuntungan, padahal keduanya punya arti yang berbeda. Karena itu, memahami pengertian omset menjadi langkah penting agar pengelolaan usaha bisa lebih terarah sejak awal.
Dalam dunia usaha, omset sering dijadikan gambaran seberapa besar penjualan yang berhasil didapatkan dalam periode tertentu. Semakin besar omset, biasanya bisnis dianggap semakin berkembang. Namun sebenarnya, angka omset bukan hanya soal banyaknya uang yang masuk, melainkan juga bisa menjadi bahan evaluasi untuk melihat performa penjualan setiap hari, mingguan, atau bulanan.
Bagi pelaku usaha pemula, belajar menghitung omset juga bisa membantu dalam menyusun strategi bisnis yang lebih rapi. Dengan mengetahui cara menghitung omset secara sederhana, pemilik usaha dapat lebih mudah menentukan target penjualan, mengatur stok barang, hingga memperkirakan perkembangan usaha ke depannya.
Apa Itu Omset?

Banyak orang menganggap omset sebagai salah satu penilaian penting untuk melihat apakah sebuah bisnis berjalan dengan baik atau tidak. Omset itu penting banget buat dipahami, karena berkaitan langsung dengan seluruh pemasukan yang berhasil diperoleh dari aktivitas bisnis yang dijalankan setiap hari. Jika dijelaskan dengan sederhana, omset adalah seluruh uang yang masuk dari hasil penjualan produk atau jasa dalam suatu bisnis. Jadi, setiap transaksi yang terjadi akan masuk ke dalam perhitungan omset sesuai bidang usaha yang dijalankan.
Perhitungan omset sendiri bisa dilakukan dalam berbagai periode, mulai dari harian, mingguan, bulanan, hingga tahunan. Dengan begitu, pemilik usaha bisa lebih mudah memantau perkembangan bisnisnya dari waktu ke waktu.
Namun perlu dipahami, omset masih termasuk pendapatan kotor. Artinya, jumlah tersebut belum dipotong berbagai biaya operasional seperti gaji karyawan, listrik, sewa tempat, biaya promosi, kebersihan, dan kebutuhan usaha lainnya. Karena itulah, banyak orang juga menyebut omset sebagai penghasilan kotor dalam bisnis. Nilainya memang bisa terlihat besar, tetapi belum tentu semuanya menjadi keuntungan bersih.
Sampai sekarang, banyak pebisnis yang terus berusaha menaikkan omset karena dianggap dapat membuka peluang keuntungan yang lebih tinggi. Meski begitu, omset besar tidak selalu menjamin laba yang besar juga apabila pengelolaan keuangannya kurang tepat. Oleh sebab itu, setiap pelaku usaha sebaiknya memahami cara menghitung omset dengan benar. Dengan begitu, mereka bisa menentukan strategi, mengatur pengeluaran, dan membuat perencanaan bisnis yang lebih matang ke depannya.
Cara Mudah Menghitung Omset Beserta Contohnya
Jika anda masih bingung bagaimana cara menghitung omset dalam sebuah usaha, sebenarnya prosesnya cukup mudah untuk dipahami. Omset sendiri merupakan total seluruh pendapatan yang berhasil didapatkan dari hasil penjualan, tetapi jumlah tersebut belum dipotong biaya operasional, gaji, modal, maupun pengeluaran lainnya.
Karena itu, perhitungan omset biasanya menjadi langkah awal untuk mengetahui seberapa besar pemasukan dari bisnis yang sedang dijalankan. Semakin tinggi penjualan yang terjadi, maka semakin besar pula omset yang diperoleh.
Cara Menghitung Omset
Untuk menghitung omset, anda hanya perlu menjumlahkan produk yang berhasil terjual kemudian mengalikannya dengan harga jual produk tersebut. Cara ini bisa digunakan pada semua jenis usaha, baik bisnis makanan, pakaian, hingga toko online.
Secara sederhana, rumus menghitung omset adalah sebagai berikut:
Omset=Jumlah Produk Terjual×Harga Jual
Misalnya saja Toko Sinar Abadi berhasil menjual sekitar 200 tas anyaman selama satu bulan penuh. Jika harga jual untuk satu tas dipatok Rp200.000, maka cara menghitung omsetnya bisa dilakukan dengan rumus sederhana berikut ini:
Omset = Total Produk yang Terjual × Harga Jual per Produk
= 200 × Rp200.000
Hasilnya, omset yang didapatkan Toko Sinar Abadi dalam satu bulan mencapai Rp40.000.000.
Cara Menghitung Persentase Omset
Selain menghitung total omset, pelaku usaha juga perlu mengetahui persentase kenaikan atau penurunan omset. Perhitungan ini biasanya dipakai untuk membandingkan hasil penjualan dari satu periode ke periode berikutnya. Dengan begitu, perkembangan bisnis bisa lebih mudah dipantau.
Rumus yang digunakan untuk menghitung persentase omset adalah sebagai berikut:
Persentase = (Nilai Akhir – Nilai Awal) : Nilai Awal × 100%
Supaya lebih gampang dipahami, berikut contohnya.
Toko Sinar Abadi berhasil menjual tas anyaman sebanyak 150 buah pada Januari 2023. Kemudian di bulan Februari, jumlah penjualannya meningkat menjadi 200 buah. Harga satu tas dibanderol Rp200.000.
Untuk menghitung persentase kenaikan omset, langkah perhitungannya seperti berikut:
- Penjualan awal (Januari) = 150 buah
- Penjualan akhir (Februari) = 200 buah
Maka:
Persentase = (200 – 150) : 150 x 100%
= 50 : 150 x 100%
= 50%
Dari hasil perhitungan tersebut, dapat diketahui bahwa omset penjualan Toko Sinar Abadi mengalami kenaikan sebesar 50% dari bulan Januari ke Februari.
Cara Menghitung Omset dalam Setahun
Setelah mengetahui cara menghitung omset harian dan bulanan, langkah berikutnya tentu menghitung omset dalam satu tahun. Tenang, caranya sebenarnya cukup simpel dan mudah dipahami, bahkan untuk pemula bisnis sekalipun. Kamu hanya perlu mengetahui total omset per bulan, lalu mengalikannya dengan 12 bulan.
Sebagai contoh, Toko Cahaya Bintang berhasil menjual 100 kaos dalam waktu satu bulan. Jika harga jual setiap kaos adalah Rp100.000, maka perhitungan omset tahunannya bisa dilakukan seperti berikut:
Omset tahunan = jumlah produk terjual × harga jual × 12 bulan
= 100 × Rp100.000 × 12 = Rp10.000.000 × 12 = Rp120.000.000
Jadi, perkiraan total omset yang bisa diperoleh Toko Cahaya Bintang selama satu tahun adalah Rp120.000.000. Dari perhitungan sederhana ini, pemilik usaha bisa lebih mudah melihat perkembangan penjualan dan menentukan target bisnis ke depannya.
Berbagai Tips untuk Meningkatkan Omset Bisnis
Setelah memahami apa itu omset dan cara menghitungnya, langkah berikutnya yang tidak kalah penting adalah mengetahui bagaimana cara meningkatkan omset bisnis. Dengan strategi yang tepat, peluang usaha untuk berkembang tentu bisa semakin besar.
Fokus pada Kualitas Produk dan Inovasi
Jika ingin produk makin diminati banyak orang, kualitas tentu harus selalu dijaga. Konsumen biasanya lebih senang membeli produk yang memang bagus dan memuaskan. Selain itu, jangan ragu untuk terus menghadirkan inovasi baru agar produk terlihat lebih menarik dan tidak membuat pelanggan bosan.
Memberikan Pelayanan yang Ramah dan Maksimal
Selain fokus pada kualitas produk, pelayanan kepada pelanggan juga tidak kalah penting. Soalnya, pelayanan yang ramah dan memuaskan bisa membantu meningkatkan penjualan secara perlahan. Pelayanan yang ramah, cepat, dan responsif bisa membuat konsumen merasa nyaman. Jika pelanggan puas, biasanya mereka akan kembali membeli bahkan merekomendasikan bisnismu ke orang lain.
Memperluas Jangkauan Pasar
Supaya omset bisa meningkat, anda juga perlu mencoba menjangkau pasar yang lebih luas. Caranya bisa dengan membuka cabang di lokasi strategis atau memanfaatkan media online untuk menjual produk. Dengan begitu, peluang mendapatkan konsumen baru pun akan semakin besar.
Terus Mengembangkan Strategi Penjualan
Strategi penjualan juga perlu diperhatikan dan dievaluasi secara berkala. Cobalah mencari cara promosi yang lebih menarik agar penjualan terus meningkat. Jika penjualan sedang menurun, jangan langsung panik. Evaluasi kembali strategi yang digunakan, lalu cari solusi yang lebih efektif untuk menarik minat konsumen.