Fulusnesia – Apa saja keuntungan bisnis skincare yang bisa di dapat setelah menjalankannya? Sekarang ini, tren perawatan kulit sedang populer, sehingga bisnis skincare menjadi peluang yang sayang untuk dilewatkan. Permintaan pasar yang terus meningkat, ditambah kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan dan kecantikan kulit, menjadikan industri ini berkembang pesat dari tahun ke tahun.
Bukan hanya brand besar yang bisa bersinar di industri skincare. Pebisnis pemula pun memiliki kesempatan yang sama untuk sukses, asalkan mampu memahami kebutuhan pasar dan menawarkan produk yang tepat sasaran. Dengan strategi pemasaran yang efektif dan kualitas produk yang terjamin, bisnis ini bisa menjadi sumber penghasilan yang stabil, bahkan berpotensi berkembang menjadi brand ternama.
Menariknya lagi, bisnis skincare tidak hanya mengandalkan tren semata, tetapi juga memiliki konsumen yang loyal. Saat pelanggan merasa cocok dengan sebuah produk, mereka cenderung akan membeli kembali, bahkan merekomendasikannya kepada orang lain. Inilah rahasia mengapa bisnis skincare dianggap sebagai ladang cuan yang menjanjikan, modal relatif terjangkau, potensi pasar luas, dan peluang keuntungan yang menggiurkan.
Keuntungan Memulai Bisnis Skincare

Selain memiliki peluang pertumbuhan yang menjanjikan, banyak orang memilih memulai bisnis perawatan kulit dan kecantikan karena berbagai alasan kuat. Inilah beberapa keuntungan bisnis skincare yang bisa didapat:
Permintaan Skincare Tinggi
Permintaan produk skincare terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga dan merawat kesehatan kulit, khususnya wajah, menjadi salah satu faktor utama yang mendorong tren ini. Banyak orang kini menganggap perawatan kulit sebagai bagian penting dari gaya hidup sehari-hari, bukan lagi sekadar kebutuhan tambahan.
Berdasarkan data dari Consultancy.asia, seluruh kategori skincare seperti perawatan wajah, perawatan tubuh, tabir surya, hingga skincare khusus bayi dan anak menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang konsisten setiap tahun. Bahkan, sejak 2024 hingga 2028, pertumbuhan pasar ini diproyeksikan meningkat sebesar 4,7%. Sementara itu, secara keseluruhan pasar kecantikan dan perawatan diri diperkirakan akan mengalami pertumbuhan tahunan (CAGR) sebesar 5,81% dalam periode 2022–2027.
Tidak hanya secara global, tren positif ini juga terlihat di Indonesia. Menurut compas.co.id, penjualan produk skincare di marketplace pada kuartal II tahun 2022 mencapai Rp 292,4 miliar dengan jumlah transaksi sekitar 3,8 juta. Angka tersebut membuktikan bahwa minat dan permintaan masyarakat terhadap produk perawatan kulit masih sangat tinggi, dan peluang bisnis di sektor ini tetap terbuka lebar.
Modal Tidak Harus Besar
Modal untuk memulai bisnis skincare sebenarnya sangat fleksibel dan bisa disesuaikan dengan pilihan model usaha yang ingin dijalankan. Jika memiliki modal cukup besar, anda bisa membuat merek skincare sendiri dengan bekerja sama melalui layanan maklon. Misalnya, Adev menawarkan paket maklon skincare yang harganya ramah bagi pengusaha pemula.
Jika modal yang dimiliki terbatas, anda tetap bisa memulai dengan menjadi reseller produk skincare. Bahkan, ada pilihan untuk berbisnis tanpa modal sama sekali melalui sistem dropship atau affiliate marketing. Melalui dropship, anda tidak perlu membeli atau menyimpan stok barang. Cukup meneruskan pesanan pelanggan ke supplier, lalu pihak supplier yang akan memproses dan mengirimkan produk langsung ke alamat pembeli.
Peluang Keuntungan Cukup Besar
Bisnis skincare sendiri memiliki potensi keuntungan yang cukup menjanjikan. Banyak pelaku usaha di bidang ini mampu meraih pendapatan yang menggiurkan jika dikelola dengan strategi yang tepat. Salah satu contoh nyata, seorang pelanggan yang menggunakan layanan maklon sabun mampu mendapatkan keuntungan hingga 600%.
Meski begitu, besarnya persentase keuntungan yang diperoleh bisa berbeda-beda pada setiap usaha. Faktor utama yang memengaruhinya adalah biaya produksi dan operasional yang dikeluarkan, serta strategi penentuan harga jual produk. Jika biaya yang dikeluarkan tinggi, margin keuntungan tentu akan lebih kecil, begitu pula sebaliknya.
Oleh karena itu, menghitung biaya produksi dan operasional secara detail menjadi langkah yang sangat penting. Dengan perhitungan yang matang, anda dapat menetapkan harga jual yang sesuai dan tetap kompetitif di pasaran, sehingga peluang untuk mendapatkan keuntungan optimal semakin besar.
Banyaknya Variasi Produk Skincare
Salah satu keuntungan menjalankan bisnis skincare adalah banyaknya variasi produk yang bisa dipilih dan ditawarkan. Anda bisa menyediakan produk sesuai kebutuhan dan selera konsumen, sehingga peluang penjualan pun lebih besar. Berikut beberapa jenis produk skincare yang populer di pasaran:
- Face wash: Produk ini digunakan untuk membersihkan wajah dari debu, kotoran, minyak, dan sisa make-up. Face wash tersedia dalam berbagai varian sesuai jenis kulit, seperti untuk kulit berjerawat, kering, berminyak, atau sensitif.
- Toner: Toner membantu mengangkat sisa kotoran dan minyak yang tidak terhapus oleh face wash, sekaligus menjaga keseimbangan pH kulit. Ada beberapa jenis toner, seperti hydrating toner, exfoliating toner, calming toner, dan pH balancing toner.
- Moisturizer: Pelembab ini menjaga kelembapan kulit, mencegah kulit kering, dan melindungi dari sinar matahari, polusi, serta radikal bebas. Moisturizer hadir dalam bentuk cream, lotion, maupun gel.
- Sunscreen: Tabir surya ini berfungsi melindungi kulit dari paparan sinar UV, mencegah penuaan dini, kerutan, hingga risiko penyakit kulit seperti kanker.
- Serum: Produk ini dibuat khusus untuk membantu mengatasi masalah kulit tertentu. Seperti jerawat, munculnya flek hitam, kulit yang tampak kusam, atau tanda-tanda penuaan seperti kerutan.
- Masker wajah: Masker berfungsi untuk membersihkan kulit, memberikan asupan nutrisi, sekaligus menjaga kesehatan kulit wajah agar tetap terawat.
Pemasaran yang Luas
Salah satu keuntungan besar dari bisnis skincare adalah pemasarannya yang sangat luas dan mudah dilakukan, baik secara offline maupun online. Pemasaran offline biasanya dilakukan dengan membuka toko fisik yang menjual berbagai produk skincare.
Sementara itu, pemasaran online memanfaatkan internet melalui media sosial, website, atau marketplace. Cara ini tidak hanya memudahkan menjangkau lebih banyak pelanggan, tetapi juga umumnya membutuhkan biaya yang lebih rendah dibandingkan pemasaran offline.
Berdasarkan laporan Katadata, survei Jajak Pendapat (JakPat) pada November 2022 menunjukkan bahwa 81,2% masyarakat Indonesia cenderung membeli produk skincare atau make up melalui toko resmi online. Sementara itu, 18,8% sisanya memilih membeli di toko online tidak resmi (unofficial online store).
Strategi Pemasaran Skincare

Pemasaran skincare sendiri dapat dijalankan baik secara online maupun offline. Secara online, anda bisa memanfaatkan media sosial seperti Instagram, TikTok, Facebook, Twitter, dan YouTube untuk membagikan konten menarik seputar produk, termasuk cara pakai, manfaat, hingga ulasan pelanggan. Gunakan juga fitur belanja di media sosial untuk memudahkan transaksi.
Selain itu, bekerja sama dengan influencer dapat membantu memperkenalkan produk ke lebih banyak orang dan meningkatkan kepercayaan calon pembeli. Anda juga bisa membuat website resmi berisi detail produk, harga, cara order, dan info pengiriman.
Untuk promosi offline, ikutlah event atau pameran agar bisa bertemu langsung dengan calon pelanggan, memberikan sampel, dan mempresentasikan produk. Menjalankan bisnis skincare pun tidak harus menyewa toko besar bisa dilakukan dari rumah atau kantor kecil, sehingga lebih fleksibel dalam mengatur waktu kerja.
Dengan memahami berbagai keuntungan bisnis skincare, anda bisa melihat bahwa peluang di industri ini sangat menjanjikan dan layak untuk dicoba. Jadi, jika anda ingin memiliki usaha yang tidak hanya menguntungkan tetapi juga relevan dengan gaya hidup masa kini, bisnis skincare bisa menjadi pintu emas menuju kesuksesan finansial anda.